Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2016

Tugas Akhir!? part masih development -_-

cie yang baru muncul lagi. cie.

jadi, semester kemarin itu menurut gue semester tergaring sepanjang masa. karena abis praktika, kita balik lagi ke rutinitas kuliah-santai yang isinya cuma masuk kelas dan kerjain tugas. rasanya tuh aneh setelah lo di gencet sama yang namanya praktika, terus abis itu santai lagi.

aneh banget.

nah, semester kemarin angkatan gue agak sedikit heboh karena Dewa ngambil Tugas Akhir duluan. dan sendiri. heboh disini karena dia baru aja praktika. menurut gue sih gila banget. segitu aja praktika udah meres otak banget, apalagi TA! tapi sayangnya, doi gugur di tengah jalan karena belom siap. dan semester ini doi cuti. terus gue berceletuk sambil gak mikir gitu, 'yaelah. gitu doang tuh? cemen deh Dewa.'

detik ini, gue tarik celetuk bego gue itu.

semester ini (semester 6) gue akhirnya ambil Tugas Akhir. di angkatan 13, yang ambil kelas ini cuma gue sama Asep. tapi kita nggak sekelompok lantaran gue udah keburu 'salaman' sama Yazi dan Arief. Asep mengikuti jejak gila Dewa, doi mau sendiri aja. gue sih nggak bakal berani sendiri, berdua aja kemarin capek banget, gimana sendiri coba???

tadinya gue merasa bakal ringan karena anggota kelompok lebih rame. bahkan sekarang jadi berempat, masuk lagi satu anggota yang latar belakangnya pindahan dari kelompok lain yang semester kemarin katanya gagal Tugas Akhir. pas dia gak masuk, gue belom sadar kalo ternyata doi bawa beban paling berat buat kelompok gue.

taunya, anggota berempat itu nggak ringan. pas prakika kemarin, gue berantem banyak sama Fardan. istilahnya cuma dua kepala yang bongkar pasang cerita. nah, saat ini karena gue berempat, jadi ada empat masukan yang harus gue pertimbangin selama buat cerita. yang itu artinya, gue bener-bener kudu sangat selektif ide mana yang bisa masuk dan mana yang enggak.

jujur aja,cerita kali ini full sutradara gue yang punya. gue cuma ngacak-ngacak aja, soalnya gue nggak terlalu menguasai latar belakang cerita kaya gini. bukan genre gue lah. kalo doi bilang gak dan dengan alasan logis, ya gue terima. gitu. gue merasa sangat gagal deh, entah kenapa -_- (katanya sih perasaan yang wajar saat lo lagi ujian. gatau juga sih) dan malah keliatan sangat manja karena gue bener-bener gak bisa kalo sutradara gue nggak ngeguide gue (baca: temenin nulis)

sampe mau deket-deket deadline pun, hanjengnya ada aja masalahnya. ada aja yang diputer-puter sama dosen, baik dosen pembimbing gue maupun dosen pembimbing Arief, sutradara gue. karena keduanya punya pandangan masing-masing, dan berbeda juga dengan pandangan kelompok gue (yang sempit) "oh jadi gini maksudnya dilempar-lempar sama dosen" kata Arip. so bijaq emang doi.

intinya sih, deadline tanggal 30 tapi gue belom masuk ke skenario. terbaik memang Aulia Mustika. terbaik 2016 (tepuk tangan sendiri diatas kegagalan sendiri)

doain yang terbaik aja buat kelancaran skenario yang belom lock ini. see you next posting!

Jumat, 18 September 2015

*

setitik tinta jatuh dapat mengacaukan sebuah kertas kosong.

selihai-lihainya pelari, pasti pernah merasakan sakitnya terjatuh.

sesabar-sabarnya orang, pasti dia memiliki titik dimana rasa sabarnya bisa hilang.

mengerti? tidak pernah ada yang manusia yang menjalani hidupnya dengan sangat sempurna. justru kesalahan-kesalahan yang diterimanya itu yang dapat membangunnya menjadi lebih baik. jika sudah mengetahui kesalahannya, maka manusia akan berhati-hati kedepannya. maka pengalaman hidupnya akan lebih kaya dari sebelumnya.

namun ada saja manusia yang tidak pernah kapok mengulang kesalahannya secara terus menerus. entah dia manusia yang bodoh karena gemar menyakiti diri sendiri atau karena dia tidak tahu mana yang harus diperbaiki sehingga kesalahan tersebut diulang dan terus di ulang.

manusia memang mahluk Tuhan yang paling sulit dimengerti.

sepatah dua patah cerita

pp jakarta bogor itu nggak sedeket kaya botani ke pmi. jauuuuh banget, lamaaa pula. apalagi kalo misalnya kereta gangguan. bah, nginep kayaknya di kereta :| jadi, daripada bengong gajelas, gue suka bikin cerita pendek gitu. ceritanya sih, mau ngikutin vale itu *dikeplak vale gegara ngikutin* yah, tapi gak sebagus vale punya sih .___.v

oh iya, betewe thanks ya le udah bantuin gue bikin skenario buat tugas. uh emang temen gue paling unyu valerie ini :*

so, ini dia beberapa yang gue buat. boleh ketawa, soalnya isinya galaaaaau semua. yak malum lah ya, belom punya pa*some text missing*

#1

Merindukanmu itu sulit sekali dilalui, setara dengan bencana alam dasyat yang menimpa negriku. Rasanya seperti sebuah celengan tanpa koin, kosong. Seperti luka yang belum kering, terasa sekali rasa perihnya. Perih tidak melihatmu dengan bola mataku sendiri.
Jadi, kamu masih meragukan betapa pentingnya dirimu untukku?
Penting. Satu kata dengan arti yang mendalam menurutku. Tanpamu, aku hampa. Tanpamu, aku sepi. Dan tanpamu, aku tidak akan sempurna.
Meski, berlebihan aku berkata bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu. Namun, itulah yang kurasakan saat ini.
Buat apa aku berbohong tentang perasaanku?

#2


Katanya, cinta itu saling melengkapi. Seperti kanvas dan kuas beserta catnya. Kanvas kosong tidak pernah terlihat indah. Maka kanvas membutuhkan bantuan cat dan kuas untuk melengkapinya, membuatnya indah. Dengan begitu, kanvas terlihat sempurna, menjadi sebuah lukisan. Begitu juga dengan hati. Dia membutuhkan sesuatu yang bisa mengisi kekosongan yang ada. Sesuatu yang membuatnya menjadi sempurna, lengkap, dan indah. Sesuatu itu bernama cinta, dan kamulah yang bisa memberikannya.

and than, about us...

Menikmati buliran kenangan yang jatuh satu-persatu ke bumi ini, membasahi tubuhku yang sengaja berdiri untuk menikmati sensasinya. Satu demi satu bulir kenangan itu menunjukkan sebuah kenangan penuh emosi, yang kubiarkan mengalir dalam benakku. Tanpa sadar aku tersenyum, dan membiarkan buliran emosi bercampur dengan tetesan tangis awan bersatu, tanpa ada yang tau. Semakin lama, tangisan awan semakin mereda meski suaranya malah bertambah deras, memaksaku membuka mata dan melihat apa yang terjadi. Tangan besar itu tepat berada di atas kepalaku, menghalangi tetesan hujan ke tubuhku. Dan, ciptaan sempurna Tuhan berdiri di belakangku, tertawa geli kepadaku.
"Apa yang kamu lakukan?" Pelan, namun pasti suara itu menggelitik pendegaranku. Tangan yang satunya lagi ikut melaksanakan tugasnya menutupi kepalaku, sambil berbisik lembut. "Gawat kan kalo sampai terkena flu"
Aku hampir saja terjatuh, saking lembutnya suara itu ditelingaku.
"Aku tau kamu menyukainya, tapi setidaknya bawalah payung"
"Untuk apa? Bukannya beginilah cara menikmati hujan?" Aku melawan tatapan teduhmu. Senyum yang selalu membuatku tenang muncul lagi. Dan lagi-lagi, aku dibuat terpesona olehnya.
"Apa yang kau tunggu?" Tanyanya padaku. Aku tersenyum kecil, menunjuk pada sebuah gerbang biru berbentuk hati yang tertutup rapat.
"Aah, kau menunggunya terbuka"
Ya, menunggu berapa lama hati itu bisa terbuka untukku.
"Menepilah, hujannya makin deras" suaramu nyaris tertutup oleh suara hujan turun, tapi aku mendengarnya. Aku menggeleng kecil, tidak ingin kalah dengan hujan yang semakin deras.
"Aku masih ingin disini"
Untuk menunggu.
"Kau tidak mau pulang?" Tanyamu heran. Aku lagi-lagi menggeleng kecil. Senyum kecilku tidak selaras dengan isi hatiku.
Aku tidak bisa pulang, rumahku sudah ada yang memilikinya.
"Baiklah" kata itu merupakan kata terakhir yang kamu ucapkan. Kamu meninggalkan tangganmu pelan-pelan dari atas kepalaku, lalu pergi, menghilang dari pandanganku yang semakin kabur oleh air hujan.

percakapan tengah malam

Malam ini terjadi lagi, kejadian tiga tahun yang lalu. Namun, semuanya telah berbeda dari sebelumnya, meski aku masih mengaharapkanmu. Namun, kamu sudah tidak mengaharapkan gadis itu, dan gadis itu sudah sangat berbeda jauh dari gadis yang kita kenal dahulu.

Sadarkah kamu, hanya kita yang tidak berubah?

Hanya kita berdua yang masih tertawa dengan suara yang sama, bercerita dengan intonasi yang sama, dan menatap dengan tatapan yang masih sama.

Lalu, kenapa gadis itu lagi yang merebut perhatianmu?

Mendengar gadis itu membutuhkanmu, rasanya sakit sekali. Seakan memang dewi fortuna sangat sayang pada gadis itu. Dan aku selalu kasat mata diantara kalian. Ingin rasanya aku egois, ingin sekali mendapat perhatian darimu, seperti yang gadis itu dapatkan. Namun, bisa apa aku?

Bisakah sekali saja, dewi fortuna berteman denganku? Bisakah aku merasakan kebahagiaan yang gadis itu dapatkan dari kamu?

Gadis yang sangat rapuh! Sadarlah, kamu sendiri yang mengubah keadaan seperti ini! Dan kali ini, kamu mengharapkan keadaan seperti sebelumnya? Lalu, kapan aku bisa menikmati apa yang pernah kamu rasakan? Kenapa harus aku lagi yang mengalah?

Ck, aku egois sekali.

Mau menangispun, percuma. Air mataku tidak akan bisa membalikkan semuanya. Tidak akan bisa mengubah keadaan. Mau berteriakpun, tidak  akan bisa mengubah segalanya.

Dan kamu akan terus mengkhawatirkan gadis itu. Karena gadis itu pernah ada di hatimu. Dan aku hanya diam menonton momen yang terjadi sembari sibuk menghapus air mata. Karena, aku tidak pernah ada di hatimu.

sampai kapan Tuhan, aku bisa keluar dari lingkaran ini dan mendapatkan kebahagiaanku sendiri?

-sori kalo masih jelek, namanya juga masih newbie-

note: ternyata postingan ini udah ada di draft entah dari kapan. cuma belom di posting aja gara-gara empunya blognya belom berani. he. hehe. hehehe.

Minggu, 13 September 2015

#

hal terbodoh adalah tidak mengakui bahwa cinta telah singgah di hatimu.

terlebih lagi menyangkal adanya cinta yang sudah kamu ketahui itu.

lalu kamu hidup dalam kepura-puraan. dimana egomu terlalu tinggi untuk meneriakkan isi hatimu.

kemudian menyesal,

saat semuanya sudah terlambat.

ah, manusia.....

Jumat, 04 September 2015

Balada Praktika

well, dengan postingan ini muncul berarti mata kulaih Praktika telah selesai.

*ketok palu*


jadi, kelas Praktika akhirnya kelar juga DAAAN semester 5 udah di depan mata. agak amsyong sebenernya sih ngadepin kelas yang satu ini. dikit-dikit gue nangis (karena stres, seperti biasa), marah-marah gak jelas, ngomel sana sini (sampe biasanya ngomel sama orang lain) sampe ke ngambil keputusan tanpa mikir panjang dan dalam keadaan emosi. note to my self, sifat-sifat yang kayak gitu harus kudu wajib buat diberantas secepatnya. ALL I NEED CUMA ORANG YANG BISA NGONTROL GUE!!!! (misalnya: ijal dan patrick)


dengan postingan ini, saya selaku penulis blog harus cepet-cepet minta maaf sama terima kasih ke orang yang sekelompok sama mahluk random ini yang gak lain gak bukan Fardan. tar ya Dan, gue masih gengsi sebenernya buat bilang makasih. he biasa cewek gengsinya gede.


hasil akhir Praktika kali ini sebenernya nggak mengecewakan, malah diluar dugaan. nilai gue, alhamdulillah A. beberapa dosen suka sama ide cerita dan ceritanya, juga filmnya. meski gue akui masih banyak (banget!) kekurangan di film gue. ya kan namanya belajar, jadi bakal terus dan terus ngeksplor cerita kedepannya. puas? gue masih nggak puas dan mau terus nyoba. /asek/


tapi gue jadi krisis identitas. semua taunya gue jago di bidang produksi padahal..........produksinya bobrok hiks. padahal mayor gue penulisan skenario..... tapi ada juga yang muji-muji skenarionya. ya cewek kan pengemis pujian huahaha.


anyway, semua itu sebenernya nggak akan gue dapet kalo gue berdiri sendiri (alasan kenapa harus bilang terima kasih sama pardan. emang gila Fardan isi kepalanya -_-). gue juga punya team produksi yang asoy. BIG THANKS TO ANAK D3 2012 YANG MAU-MAU AJA GUE KERJAIN BUAT KERJA RODI!!! lapyu bang, mpok hehe.


semua yang berhasil pasti ada proses di baliknya. selama produksi gue banyak banget masalah, apalagi lokasi. gue kapok sih sebenernya jadi produser, karena bukan bidang yang gue ahlikan (?). malah ada kecelakaaan (oh iya, BIG THANKS JUGA BUAT VERO! tapi sampe sekarang gue masih gamau chatan sama doi, males jadi bahan ketawaannya doi -_- emang gak tau diri gue tuh...) dimana pemeran utamanya keselip kaca jadi harus berdarah pas adegan nonjok kaca. udah dag dig dug seer banget sih pas kejadian sampe gue ngehang sebentar. selain itu, editingnya tiba-tiba bilang mau cabut soalnya sibuk banget. kaya ada petir nyambar, terus mendung, terus badai. iya tau lebay -_-


jadilah pardan (lagi-lagi makasih Dan -_- durhaka gue jadi temen) sebagai editor (meski gue nggak setuju sepenuhnya sih). ada lagi masalah misscom, bisalah cewek parnoan mulu. sampe gue beneran emosi sih. emang ganas gue, pantes susah punya pacar (APADEH)


ya singkat kata editing lancar, dan disprod juga lancar jaya! bahkan disprod gue bisa dibilang paling tebel. percayalah, gue sendiri gak tau nulis apaan di desai produksi gue -_- kemudian kami sidang. jeng... jeng... jeeeng.....


waktu pas sidang sebenernya gue sport jantung banget. DISPROD GUE REVISI! jadi harus di print satu-satu buat nulis halaman di bawah kertas situ. gitudeh. dan gue dengan nggak tau diri minta tolong Fardan lagi (SUMPAH DAH DAN GUE DURHAKA GUE TAU!) buat ngeprint halaman yang revisi plus ngasih halaman di setiah lembar. sampe pagi, kerjaan itu nggak kelar-kelar. sampe sidang mulai, FARDAN GAK DATENG-DATENG! kan amsyong banget, untung kelompok gue terakhir. udah kaya drama banget deh, gue sampe bulak-balik cek parkiran karena udah parno. pas dateng rasanya kaya....nggak makan seminggu terus dikasih kupon diskon makan gratis. apasih lebay gue -_-


sidang juga berjalan lancar. gue udah mikir pertanyaannya bakal ajaib. ternyata nggak juga, malah termasuk mudah sih. Alhamdulillah, kelompok gue masih dikasih kemudahan, hehe. yang bikin wow banget saat Mas Marselli ngacungin jempol ke gue. ASLI INI BENERAN! kaget banget karena dia nggak pernah seekpresif itu. gue, sebagai manusia paling ekpresif, nggak bisa nyembunyiin rasa seneng gue. he, setidaknya dosen mayor gue ngakuin gue bisa nulis, itu udah cukup banget!!!


gitu cerita singkatnya Praktika Terpadu. sebenernya banyak banget pelajaran yang bisa gue dapet dibalik ngerjain film pendek tersebut. ternyata kerja dalam sebuah kelompok gampang-gampang susah juga, kudu nggak maksain ego sendiri, kudu sadar kalo kerjaan ini punya bersama bukan punya sendiri.


sekarang lagi gue proses buat ikut lomba sana sini. siapa tau bisa menang, siapa tau bisa festival (AMIIN) dan jalan-jalan duluan ke tempat festivalnya (berharap sampe ke luar sih). doain aja, film dengan judul HAMISTAGAN bisa terkenal (ceilah, jualan judul duluan).


udah dulu ya, mau isi krs yang bentrok-bentrok. hiks kuliah lagi...


update: beberapa foto yang gue temuin di memori selama proses produksi (proses ngitus, hehe). maapin ya, beberapa isinya malah selfie...

kenalin ini bombom, anak tebet yang jualan lakban.

lagi sibuk langsung selpi. maapin kita yak....

SUMPAH, BIG THANKS BANGET SAMA LO SEMUA!

TIM DATENG-CUMA-BUAT-SELFIE! lav yu idung-idungku :*


edisi gue-mau-cek-frame-dulu. pardan persi serius.

so sibuk. gadeng, ini mau take!

"gimana nih Dan enaknya?" "tar ye bang, ada yang nyelip di gigi"

pero pardan. liat yang bener per, tar gak gue kasih makan!

produser terbaper se-IKJ. semua pasti setuju.

kalo dari jauh keliatannya gini. tebir. rame banget kan kaya pasar malem -_-

"yuk take, yuk!"

scene ter-ribet-sampe-aul-udah-mencak-mencak. hehe.

setelah final ppm. sebelum pada ngitus. gak ada tegangnya -_-

kita, tegang?

full team kelas praktika D3 2013. bang Gilang kan 2012, jadi ya... jadi...

setelah sidang. BAHAGIA KAN LO SEMUA, AKHIRNYA PRAKTIKA SELESAI!?

Kamis, 16 April 2015

Semester 4 dan Praktika

buset, postingan terakhir gue udah lama banget ya -_-

hai hai hai! diem-diem sekarang gue udah semester 4 di IKJ! semester 4, berarti udah 2 tahun mendekam di kampus super ajaib ini. dan semester 4 ini bisa dikatakan sangat gila. gila dimananya?

gila di tugas untuk akhir semester.

well, anak D3 prosesnya beda sama anak S1. kalau mereka, baru semester 5 dapet mayor dan langsung Praktika. sedangkan gue, semester kemarin dapet mayor dan semester ini Praktika. Praktika itu (kalo yang gue tangkep) semacam simulasi Tugas Akhir dimana lo harus mempersiapkan dari proses pembuatan film pendek, shooting, sampe ke pas film selesai dan siap buat ditonton. atau kalau bahasa anak-anak Praproduksi, Produksi sampe Pasca Produksi.

tapi tenang aja, gue gak mungkin one man show (men?) buat praktika ini. biasanya praktika itu perkelompok, minimal 3 orang satu kelompoknya. yang bikin gila buat angkatan gue, kita semua nggak bisa memenuhi kriteria di atas karena jumlah anaknya kurang. gini deh gini, pembentukan kelompok biasanya diliat dulu dari jumlah anggota terbanyak dalam satu mayor. kasusnya angkatan 2012 kemarin, anak kamera paling banyak dari yang lain, maka dibuatlah kelompok sesuai jumlah anak kamera. kasus angkatan gue, mayor penyutradaraan dalam kelas praktika lebih banyak yaitu 4 orang. jadi dibuatlah 4 kelompok buat praktika. masalahnya ada pada jumlah total mahasiswa di kelas praktika. kita semua totalnya 9 mahasiswa dengan 4 sutradara, 2 kamera, 1 editor, 1 penulis skenario, dan 1 produksi. amsyong banget kalo harus dibagi 4, paling dapetnya satu kelompok 2, dan cuma satu kelompok yang bisa menuhin kuota standar. tapi mau gimana lagi, karena nggak mungkin juga ada 2 sutradara dalam 1 kelompok. jadinya kita dibagi 4 kelompok. Dean sama bang Gilang (produksi) dan Fazrin (editor). kelompok yang awalnya pecah dulu gegara mendadak ada mahasiswa yang masuk kelas Praktika, eh tapi dia gak ada progressnya dan jadinya (entah) didiskualifikasi. terus Mega sama Asep (kamera), yang agak sedikit keteteran karena Mega sempet sakit (cepet sembuh Meg!). Fardan sama gue (senario), si kelompok bogor. gue baru sadar kalo kelompok gue agak sedikit susah buat stay sampe malem di jakarta pas kita lagi buat cerita. masalah kita cuma kereta paling terkahir ke bogor jam 12 malem. itu doang -_- terus yang terakhir Dewa sama Kariim (kamera). duo kacamata yang diam-diam menghanyutkan. asli.

nggak sampe situ aja tantangan kita (cie tantangan), masalah jadwal shooting kita juga agak akmpret. kita dikasih waktu buat persiapan cuma sebulan. gue caps aja biar tegang, SEBULAN! karena biasanya, kita dikasih waktu buat persiapan sekitar 2 bulan, dengan kata lain kita mau gak mau harus gerak cepet supaya bisa produksi dengan maksimal. amsyong.

kebetulan, gue dapet partner Praktika yang lumayan gila. Fardan tipe-tipe manusia yang perfectionis dan ambisius. apa-apa kritis, tapi agak labil. mungkin karena kita buat cerita sambil riset juga, jadi banyak yang berubah-ubah pas skenario udah kelar, dan kadang malah balik lagi ke kesepakatan awal. makanya gue bilang labil. gue sedikit kewalahan buat nyamain langkah karena anaknya lebih cepet kerjanya dari gue. bagus sih, tapi labilnya ituloh. gakuna, gak kuat gak nahan.

Praktika itu yang diliat kan kerja samanya. menilai mahasiswa bisa gak kerjasama sama orang lain, karena kerjaan kita nantinya juga harus perkelompok, berurusan sama orang lain yang gak tau sifatnya sejalan apa nggak sama kita. kalo mau ngomongin sifat, gue sama Fardan sifatnya beda jauh. kalo cara kerja mungkin sama, sama-sama nggak bisa diem dan suka ngerasa aneh kalo tiba-tiba gak ada kerjaan. tapi kalo personalitas, doi orangnya lebih tenang daripada gue. gue sih, kapan tenang coba? dikit-dikit mikirin jeleknya gimana, hiperbola lah. lebay. dramaqueen. tapi nggak salah dong antisipasi? sedangkan doi, entah kenapa tenang banget. gue tebak sih kalo dipikiran dia, semua bakal berjalan lancar jaya tanpa hambatan. jadi kadang cekcok kita cuma di gue yang ketakutan dan dia yang optimis. kadang berantem juga sih, tapi gue kan pelupa juga jadi cepet lupa juga kalo lagi marahan.

tapi gue percaya sih sama dia. sejauh ini masih terkontrol. masih di jalan yang bener (azek). gue berasa lagi di acara The Geniusnya Korea, atau di Liar Game yang harus pinter-pinter nyusun strategi buat menuju kemenangan. sekarang karena kesoidean gue yang merasa bisa ambil alih Produksi, gue lagi agak keteteran. baru kerasa pusingnya, tapi serunya juga parah. gatau gue emang gue yang demen sibuk-sibuk atau emang passionnya (dengan kata lain gue salah mayor, hehehe. ah tapi gak juga sih).

doain aja sampe produksi lancar jaya tanpa hambatan. doain aja ke ganasan gue (baca: sifat uncontrolnya emosi gue) nggak keluar parah sampe ke pas produksi. sekarang lagi nyamain tujuan sama divisi lain supaya lancar produksinya.

ASAP gue bakal posting cerita sampe sidangnya deh!

Senin, 24 November 2014

Lapor!!

asli. semester 3 rese banget!

jadi ceritanya, semester 3 udah setengahnya dijalanin sebagai anak skenario satu-satunya. perlu di garis bawahin bagian 'satu-satunya', supaya jelas bahwa anak D3 2013 cuma gue yang dapet mayor skenario. kebayang dong gimana keadaan kelas mayor gue?

nggak sombong sih, cuma miriz pake z gitu. soalnya di kelas  mayor cuma sendirian. krik gitu berdua sama dosen. bertiga deh, kalo asdosnya lagi kepengen ikutan nimbrung juga. kalo lagi sama-sama mikir, cuma suara ac dan detik jam dinding yang kedengeran. untung gaada suara jangkrik. kelas dimana aja hayu. masuk juga smsan kita nentuinnya. keren gak tuh?

"Li, lu kuliah ape home schooling?"

nggak cuma gue aja yang jadi mahasiswa tunggal di kelas mayor. Regi juga nasibnya sama. dengan dosen yang bisa di bilang kalo ngajar isinya curhat. gue nggak ngerti lagi kenapa tu anak malah milih masuk mayor itu. setiap keluar kelas, wajahnya selalu ceria. entah karena dia dapet ilmu apa dapet 'ilmu' -_- mungkin dia punya rahasia untuk bisa bertahan hidup di kelas mayor itu... entahlah. tapi, ternyata kadang-kadang ada mahasiswa entah angkatan berapa yang masuk kelasnya. yaah, lebih rame dari kelas gue deh ya.

dan tebak, ternyata anak D3 lumayan banyak juga!

entah karena gue kurang gaul apa nongkrongnya di ujung kulon atau mereka yang nongkrongnya suka nyumput (?) gue baru ketemu para tetua (baca: senior) sesama D3, yang selama ini tidak terendus keberadaannya. serius deh. khusus untuk anak 2012, gue kenalnya dari job pas liburan kemarin. jadi, gue sama dea (bukan adek gue) diajakin job sama mereka. ya gitu deh, seingkat cerita gue males gabung gitu soalnya mereka rata-rata cowok dan obrolannya ancur gitu. kalian tau lah obrolan ancur gimana lah ya, gausah dijelasin. semua itu disebabkan oleh seangkatan mereka ceweknya cuma satu, makanya ancur. parah gilanya dari anak-anak gue deh gitu ya. nah, endingnya gue mencoba buat berbaur. dan malah aib gue ada yang kebongkar. jadilah bahan cengan setelah pulang. dan setiap ketemu di kampus, gue harus berantem dulu sama mereka baru ngobrol. terutama sama Mamang (bukan nama asli, nama aslinya Fadil, kebagusan), Dimas sama Arif. rese deh mereka bertiga. tapi ngobrol sama mereka-mereka para leluhur D3 kadang asik juga. dan, gue salut sama semangatnya. gatel gitu liat ada sutingan, rasanya pengen bantuin mulu mereka tuh. beda sama anak-anak gue yang semangatnya kedip-kedip kaya lampu kuning kalo udah jam 11 di pertigaan tamsis. semangatnya boleh di tiru, tapi kelakuan doang yang jangan. nah, karena deket sama anak 2012, merembetlah kenal sana sini sama senior yang lain.

terus, ini ceritanya lagi musim sutingan di kampus gue. anak S1 2012 pada lagi praktika, dimana anak-anaknya harus praktek per kelompok buat film pendek. sama Tugas Akhirnya anak D3. jadi, tawaran buat bantuin mereka lagi banjir gitu. awal desember aja 3 sutingan, nonstop gitu. di tengah bulan desember, bisa jadi 2 sutingan. beginilah kehidupan anak pilem di ikaje. saran buat yang mau masuk, mending pikir-pikir ulang. capek jadi anak pilem. nggak deng becanda hahaha, masuk aja seru kok. ada esa sigit katanya di angkatan 2014 (loh, kenapa jadi kesana?)

gitudeh, ternyata jadi anak film itu gak semudan ngucapin 'action' dan 'cut'. bikin skenario aja gak semudah buat cerpen di tugas SMA. susah-susah seru gitu.

segini aja deh cerita si anak film dari kampus kesenian di tengah Jakarta pada pertengahan semester 3. gatau deh gimana nantinya gue bakal ngadepin praktika yang katanya ribet banget di semester 4. gosipnya, kesolidan anak-anak diuji pas praktika itu. sama, praktika itu awal cerita dari setiap angkatan. kita tungguin aja gimana ceritanya nanti.

iye, nanti. maaf ya jadi jaraaaang banget buat posting. soalnya......gitu deh hahaha. see you on next posting, para reader tersesat!

Jumat, 13 Juni 2014

comeback!

*nyapuin blog*

ceritanyamah sibuk banget. padahal sih nggak juga :|
jadi, berhubung udah lama nggak posting dan nggak tau mau cerita apaan *wait, what?* kita berandom-random ria saja.

sebenernya diam-diam udah lama nggak muncul gue sekarang lagi mau mengakhiri semester 2 di IKJ. well, nggak kerasa aja abis ini kudu nentuin pilihan hidup mau kemana. *lebay* karena D3 termasuk kuliah kilat tanpa gelar, jadi semester 3 kita kudu nentuin bakal milih jadi apa di serentetan ahli dalam pembuatan film. feeling gue, bakalan ngambil produksi karena selama mata perkuliahan skenario telat mulu -_-v *nggak baik dicontoh* atau nggak artistik. dan curhat aja, selama jadi anak D3 di kampus kayaknya susah banget buat cari kenalan cowok ganteng (?) dari S1. susah bener keknya hidup jadi anak D3 yang susah banget diajak nyampur sama yang lain (meski sekarang sih udah mulai pada nyampur ya). yah itumah sedikit info aja tentang kehidupan gue di kampus. masalah cowok-cowok, ya nggak ada yang bisa diceritain. semua sama aja kaya cowok-cowok sebelumnya, yang menganggap gue bukan bagian dari kaum hawa alias dianggep cowok. makanya, cewek di kelas itu cuma ada 3, belum termasuk gue.

nggak, masalah gue masuk senat ngak akan gue bahas. cukup kalian tau aja kalo yang itu. kalo cerita enakan diceritain dari mulut gue sendiri. ya.

terus, kemarin pelek aka patrick ulang tahun yang ke 19. partinya ajib men. gue nggak mikir bakalan ada makanan prasmanan, bir, live karaoke, dan ibu-ibu nari sambil nungguin saweran dari nyokapnya pelek. itu semua diluar tebakan gue. gila emang tu anak kalo bikin parti suka wow banget sampe speecless dibuatnya gue. dan dia beneran baru 19. apa kabarnya nanti pas 21? nggak sih, soalnya kali ini dia ulang tahun sama syukuran kakaknya yang baru kelar kuliah. well, selamat buat ka angel!

berasa banget ya jadi anak kuliahan sekarang. yang dulu kalo main pasti sama pelek, sekarang ketemu tu anak aja susah banget. yang biasanya curhat lucuk sama yere, sekarang tau ceritanya tu anak aja nggak. yang biasanya pulang sama vale sama beta, sekarang dapet voice note dari vale aja heboh banget. dichat beta udah kaya di chat sama presiden aja yang sibuk banget kayaknya. yang biasanya main ramean sama sekumpulan anak-anak ke rumah merdut, sekarang aja mau ketemuan susah banget nyamain jadwal. yang dulu kalo mau nanya apaan yang gajelas sama temen, sekarang susah banget buat chat duluan. nggak adil men SMA cuma dikasih 3 tahun doang.

udah sih itu aja. ntar lagi posting yang lebih serius deh. ini baru pemanasan aja kayaknya. see you at next posting!



Senin, 19 Agustus 2013

insomnia

nggak, gue nggak akan posting tentang masa ospek kaya temen-temen gue lainnya. alasannya karena belom mulai ospek :| well, kampus gue nggak serajin kampus-kampus temen-temen gue. temen-temen gue yang lain udah sibuk buat tugas lah, sibuk cari kosan lah, sibuk ospek dan bulak-balik kampus lah. bahkan kalo boleh jujur, gue belom ngelarin daftar ulangnya -_- bukan karena nggak niat, tapi ada masalah sehingga gue harus terus mundurin waktu buat daftar ulangnya. karena gue dan adik-adik gue itu cuma beda tiga tahun aja, jadi bisa kalian tebak masalahnya.

dibanding temen-temen gue itu, kesibukan gue nggak lain dan nggak bukan jadi cewek beneran (kan selama ini gue setengah-cewek). misalnya.... masak. gue bukan cewek yang betah lama-lama di dapur buat bereksperimen. gue lebih suka masakan yang gampang aja, kaya telor sama mie instan. bahkan masakan paling jago gue martabak mie, yang bahan-bahannya dari mie instan sama telor. emang payah gue itu *jongkok di dapur*. sebenernya itu hobi gue dulu, cuma belakangan gue terlalu menghayati berperan jadi cowok (?????) makanya ditinggalin. tapi sekarang balik lagi jadi dan mulai so sibuk di dapur lagi.

selain mulai jadi cewek, insting ibu-ibu gue mulai muncul. kaya pergi ke kondangan. eh, sebenerenya pergi ke perpisahan adek gue. yaa, berhubung ada waktu aja sih, sama bokap gue itu tipikal orang yang ogah-ogahan ikut acara gituan karena males liat ibu-ibu ngerumpi -_- jadi, gue yang dateng. dan nggak disitu aja, kemarin-kemarin juga gue dateng ke rapat kelas adek gue, sampe dikira ibu muda -_- dan disapa sama ibu temen gue yang adeknya seangkatan sama adek gue. sip, siap punya anak lo, Li (?)

dan, saking datarnya hidup gue beberapa bulan terakhir ini sampe ngekos di rumah tante gue (dan kerajaannya nonton drama korea dan kartun di tv kabel sambil ngemilin cemilan yang ada dan nggak bergerak seharian penuh, sampe sepupu gue apal rutinitas hidup gue selama sehari dan terus diulang setiap hari) makanya nggak ada cerita yang bisa gue ceritakan lagi.

dan lagi, biasanya kekosongan ini memicu teman baik kita yang muncul secara tiba-tiba, namanya galau.

galauin cowok, itu pasti. karena abis ini, nggak kaya tahun-tahun sebelumnya yang abis libur panjang bisa ketemuan. kita semua mencar. misah. dan prediksi ketemuannyapun nggak ada yang tau. jadi, gue nggak bisa apa-apa selain galau. yah, nikmatin aja deh masa-masa kaya gini.

lalu, malam ini, temen kita itu nemenin insomnia gue. barusan abis nengok blog temen gue, dan dia cerita laki-lakinya. bukan cowoknya, soalnya dia nggak pacaran sama dia. gue sebut laki-laki karena dia cuma diem-diem suka sama cowok itu. nama bekennya gebetannya dia. terus, dengan satu nama disitu, gue jadi kaya ditarik kaset pita buat ngulang hari itu. kangen.

sama tadi pagi pas nenek gue nanya jalan dari rumah sampe kampus gue nanti itu gimana caranya. dan gue cerita gimana caranya sampe kampus. terus nenek gue nyuruh buka peta jalur kereta. dan gue jadi inget kenapa peta jalur kereta dan jalur busway ada disana, di hp gue. dan lagi-lagi, kangen.

sebenernya, wajar aja gue galauin cowok disaat kaya gini. karena kesibukan gue berkurang dan kangennya gue ke lo bisa ngisi kekosongan itu. terus gue baca blog temen gue, dan sadar kalo ternyata gue nggak sendirian. gue buka e-mail gue dan ternyata gue sadar lagi nggak cuma gue yang lagi dimainin cintanya anak abege.

setiap orang, punya caranya tersendiri ngatasin kangen sama gebetannya (gue sebut gebetan karena rata-rata yang galau yang jomblo :|) secara nggak sadar. kaya temen gue yang posting blog itu. tanpa sadar, dia kangen. postinannya sebenernya berisi ucapan tambah tua, tapi disitu juga dia cerita hari-hari yang pernah dia lewatin sama temennya, yang sekarang statusnya berubah jadi gebetannya. gue juga kalo kangen mendadak gitu kan suka posting blog. ada yang berani bbm gebetannya dan nanyain kabar, padahal kalo didunia nyatanya mereka cuma tau muka tau nama aja, ngobrol panjang itu terbilang jarang. ada lagi yang cuma bisa mandangin foto gebetannya sama temen-temennya di facebook.

ya tapi gitu, namanya juga gebetan. mau kangen juga, suka gengsi bilang "gue kangen lo" ke orang yang dikangenin. ujung-ujungnya yang dikangenin gatau kita lagi ngangenin dia. nasib jadi penggemar rahasiatuh beginilah....

dan postingannya mulai ngelantur. yang baca, harap maklum aja, abis yang punya blognya mendadak...... galau.

Jumat, 26 Juli 2013

HAHA tetep lo juga ternyata

sibuk banget sih. emangnya gaada waktu apa buat ketemu? nanti kalo udah kuliah bakal susah banget loh ketemu gue.

Jumat, 12 Juli 2013

tertampar

karena ini postingan curhat banget, jadi fontnya sengaja putih, supaya yang bosen bacanya bisa udahan. apasih li......

jadi, kira-kira udah tiga setengah bulan nggak pake seragam rutin ke sekolah. rasanya aneh juga ya?

nggak, gue nggak kangen sama rutinitas belajar kelas tiga. capek kelas tiga tuh, capek stres sama ujian bla-blanya. tapi jadi pengangguran nggak ada kerjaan juga gaenak. duh, raisa pisan, serba salah pisan ya hahaha. terus 3 bulan ini, gua ngapain aja? nggak lain gabukan lagi buang-buang uang orang tua. ada yang ngajak main, pergi. ada yang ngajakin kesini, pergi. ada yang ngajakin kesana, pergi. nggak ada yang ngajakin pergi, calling temen buat pergi lagi. dan temennya yang terjangkau aja, yang deket-deket rumah supaya mainnya gak jauh-jauh *nyatanya sih, mainnya jauh-jauh mulu -_-*

terus, hubungannya sama judul postingan lo kali ini apa coba li?

yah, baru sadar aja, sifat gue ternyata jelek juga. keseringan main sama yang itu-itu aja bikin lupa kalau sebenernya temen gue itu banyak. dan temen gue sifatnya beda-beda, juga pemikirannya beda-beda. waktu itu, gue pernah kesindir soalnya dibilang sombong lah, lupa temen lah. waktu itu sebel juga digituin, emangnya gue harus kudu wajib main sama lo terus gitu? kalo gue main harus banget sama lo gitu? tapi disisi lain gue juga nggak enak sih, soalnya dulu kan pas masih pake seragam kalo main ramean gitu ya. gue waktu itu nganggep remeh aja. tapi, kata orang suka ada yang namanya karma.

akhirnya gue ngerasain apa yang temen gue waktu itu rasain. iri. iri gara-gara gue nggak diajakin main. sepele kan? tapi rasanya kesel banget. apalagi kalau mereka terus ngebahas tentang main mereka terus dan terus, cerita tentang betapa hepinya mereka. sedangkan gue seharian dirumah, betapa busuknya sendirian padahal kalo diajakin gue pasti ikut.

sepele yah? tapi ternyata gitulah isi hati temen gue waktu itu. dan rasanya, nggak enak.

dan ini merembet. waktu itu gue nyalahin orang lain, kalo temen gue kesel itu gara-gara dia. sekarang, gue nyalahin dia lagi karena kekeselan gue kemarin. gue buat temen gue kesel sama sifat gue yang kalo bete pasti asal. kalo dipikir-pikir, gue juga ada salahnya. kenapa nggak peka? kalo peka kan, pasti nggak ada yang merasa dirugiin? kenapa gue kurang inisiatif? kenapa nyalahin temen gue?

iya, peka itu gamesti buat gebetan atau pacar. temen juga bisa kok.

makanya, gara-gara itu jadi evaluasi diri sendiri. jelek juga sifat gue kalo diinget-inget. dan pasti rasanya gaenak digituin sama gue. ya gitulah.......

jadi sekarang lagi nyoba lebih baik istilahnya sih, coba nggak neting sama orang. lebis suka nyapa, soalnya dari dulu gue pelit nyapa, takut dibilang so kenal *yang ujung-ujungnya dikiranya sombong -_-* sama coba ngertiin orang lain.

berubah untuk kebaikan, apa salahnya?

Senin, 17 Juni 2013

bahkan aulia aja bisa galau....

perasaan itu gabisa dibohongin kan?
ditengah-tengah semua membahas 'cowok itu' ke gue, lagi-lagi cuma lo yang hinggap di kepala gue.
disaat gue sama 'cowok itu', gue selalu membatin 'kalo lo sama gue diposisi ini, gimana ya?'
disaat gue ada masalah, pasti kepikiran 'kalo gue bilang sama lo, lo bakal bilang apa ya?'
bahkan sampai berharap gue balik ke masa-masa dimana gue ada buat lo, dan lo juga selalu ada buat gue.
sebelum lo menemukan apa yang lo inginkan, juga sebelum gue menemukan bayangan lo.
lo lagi, lo lagi. ga bosen apa?

bukan, lo nggak capek apa li, ngejar sesuatu yang udah pasti nggak bisa lo gapai?

Senin, 20 Mei 2013

.

dia membalikkan badanku dengan cepat, tepat kearah cermin sebesar tubuhku. aku, yang sedari tadi tertawa sambil bercerita, terdiam memandang cermin itu. bingung.
"kamu lihat apa didalam cermin itu?" tanya dia tegas. aku masih bingung sendiri. jelaslah itu diriku sendiri.
"ya.... aku. ada aku disana"
"lihat? bahkan cermin saja tidak pernah berbohong padamu!" katanya dengan tegas. dia melanjutkan "lalu kenapa kamu malah berbohong padaku? memasang muka ceriamu, padahal aku tau kamu sedang tidak ingin tertawa? apa aku ini masih kau anggap teman?"

Rabu, 08 Mei 2013

*bahkan gue sendiri bingung mau ngasih judul apa sama ni postingan -_-*

liburan oh liburan, nggak ada yang lebih menyebalkan dari liburan, karena nggak dapet uang jajan. mau jalan, gapunya duit. di rumah bosen main game. makanya, jalan satu-satunya buat main ya ke rumah vale atau fena yang deket. curhat parah gue. pas hari selasa bulan april waktu itu, vale ngajakin piknik. sebenernya itu ide gue sih, tapi pikniknya kepengen di rumput gitu ya gogoleran macam di kebon raya. eh tapi vale menyarankan di rumah dia. dosi heboh tuh, akhirnya ada yang ngajakin main. gue iya-iyahin aja soalnya si dosi juga udah rame banget. satu hal yang gue sesalkan saat itu yaitu nggak mikir panjang. well, gue bakal jelasin kenapa gue nyesel nggak mikir panjang di postingannya nanti. iya, nanti aja soalnya fotonya ada di flashdisk, dan gue lupa dimana flashdisknya -_-v

*terus lo mau cerita apa li, kalo yang piknik nggak diceritain? -___-*

gue mau cerita pas main ke rumah fena. jadi itu juga nggak direncanain, eeh akhirnya gue vale fena udah bertiga aja di rumah fena. nah, gue jelasin kalo udah ada fena sama vale satu ruangan, PASTI OBROLANNYA GAADA YANG BERES! sengaja di caps supaya keliatannya horror gitu. oke, lanjut cerita, jadi setelah ngobrol ngalorngidul *yang isinya gak beres itu*, si vale tiba-tiba melontarkan satu kalimat cerdas: "eh, berenang yuk!"
gue merasa itu kalimat yang cerdas soalnya gue malemnya abis ngobrolin pengen renang sama geri. iya, abang geri yang dari merapi itu *garry: "au, kenapa harus dari merapi aaau???"* ceritanya lagi mau bagusin badan, tapi dia mau ninggiin badan dulu baru pitnes. nah, dia ngajakin gue ikutan supaya katanya bisa rame-rame, yah ger yah? *ehem*

back to topic, akhirnya sepakatlah kita bertiga mau renang....jam 8 pagi. ini yang berat, soalnya gue itu lagi jadi beruang. bangun tidur pasti diatas jam 10, kecuali ada temen gue yang bakal misscallin gue. gue pasti bangun tuh diterror kaya gitu. maka, setelah menyusun rencana pembangunan aulia mustika *?* maka kami pulang.

dan fena sama vale beneran bangunin gue jam 8. gue udah on time tuh, eeh giliran si vale telat. pas lagi nungguin vale, geri dateng dengan tampang bingung. gue cengengesan aja, terus dia masuk duluan. baru gak lama vale dateng. bete yah, udah datengnya telat, gadapet diskon lagi heeemp.

udah tuh, jadi gue berenang dari jam 10 *telat banget kan vale?* sampe jam 12an. gue berenang beneran, karena ternyata diantara kita bertiga yang bisa renang dengan baik dan benar cuma gue. fena bisa renang, tapi dengan gayanya sendiri. kakinya gaya renang bebas tapi tangannya gaya katak. unik emang tu anak. kalo vale bisa renang, gaya bebas. tapiiii dia gabisa kalo mesti ke tempat dalem. jadilah gue gentayangan sendiri di tempat dalem, sekalian cipikacipiki sama geri. dan jam 12an, geri udahan. gue pikir vale fena juga mau udahan, taunya....
"ger, lu berdua doang sama bembi?" fena basa-basi.
"iya, kalo berenang duaan aja. yang lain pada fitnes" geri menjawab.
"iya?? siapa aja?" vale bertanya.
"itu, si lambe sama ketut" geri menjawab lagi.
"wah, ada lambe?? eh tempat fitnes dimana sih?" vale langsung semangat. fena juga. gue melongo aja liatin mereka.
"keluar lurus aja. emang lo berdua mau kesana?" gue nanya. geri diem. bembi lagi bilas makanya gaada suaranya.
"IYA DONG! KITA AJAKIN KE SINI SEKALIAN BIAR RAME!" jawab fena vale semangat. geri masih diem, mencerna. gue makin melongo.
"lo mau kesana....pake baju renang? gak malu?" please, lo bayangin deh kalo lo misalnya lagi fitnes terus didatengin sama dua cewek basah (dalam arti sebenarnya) yang cuma pake baju renang. aneh gak sih? kalo gue, pasti malu berat mesti nyamperin temen pake baju renang terus lagi basah. sumpeh.
"ah nggak. ngapain malu?" suara vale nggak ragu. fena ngangguk setuju.
"emang lo gamau ikut au?" fena akhirnya nanya.
"ngg... nggak. malu gue kesana pake baju renang doang" gue mengakui. geri masih diem.
"yaudah. bener yah? kita tinggal soalnya. yuk ah" abis vale ngomong gitu, vale fena pergi. gue geleng-geleng di kursi depan geri.
"emang mereka nggak malu ya, cuma pake baju renang kesana?" akhirnya geri bilang juga, setelah nggak berani bilang langsung sama vale fena -____-

dan, nggak lama lambe ada di kolam renang sama ketut. gue ngakak pas tau tempat fitnesnya lagi sepi dan beruntungnya lambe sama ketut lagi ngobrol, jadi cepet nengoknya pas dipanggil. geri sama bembi pulang soalnya ada acara lagi. daaaaan lambe dengan semangatnya teriak "gue juga renang aaaaaah~"

ketut sama vale setipe. jadi ketut cuma jongkok di pinggir kolam, bingung mau ikutan renang apa nggak. lambe udah guling-guling di aer, tu anak jago banget renangnya -__-" jadinya yang serius renang gue sama lambe. sisanya dipinggir kolam sama ban. iya, ban......

dari jam 12 sampe jam 5 sore, gue full berenang, lambe juga. kadang diselingin sama naik perosotan beberapa kali, itu juga cuma gue fena lambe. ketut akhirnya ikutan nyemplung tapi pulang dulu, baru dateng lagi jam 3. saking semangatnya, sampe nggak sadar udah sore aja.

baru deh pas bilas sadar kalo warna kulit sudah berubah semua. cowok-cowok sih nggak ya, kan mereka nggak dari pagi juga -__- gue yang keliatan banget. akhirnya pada kapok berenang dari pagi, dan kalo mau berenang ambil yang malem aja. lambe setuju-setuju abis dia juga kecapean abis fitnes langsung renag. sarap emang lambe tuh -_-

sampe rumah gabisa bangun dari kasur sampe besoknya, terus kulit ngelupas aaaaaa sial nih -__- gatau sih fena vale gimana ceritanya. yang jelas, vale besoknya ke menado pukam -_-
kapok tapi bikin nagih wakakak :3

Jumat, 26 April 2013

cerita sesudah Ujian

sebenernya kata "nganggur" nggak tepat juga sih buat postingan ini. ah, sudah lupakan saja...

well, UJIAN NASIONAL SMA 2012/2013 UDAH KELAR COOOY~ YUHUUUUUU~ *banting tas* *bakar buku cetak yang tebel* *nyanyi 'libur telah tiba' sambil kayang*

inituh masuknya late posting banget, abisnya baru sempet buka sekarang sih ya mehehehe *peace* lagian, kalo menurut gue ujian tahun ini kacau banget. erick, temen gue yang pindah ke bali ujiannya baru mulai pas gue selesai ujian. katanya soalnya telat cetak, jadi beberapa provinsi telat ujian. terus yere bilang pas hari pertama, dia kan kalo ngehapus sesuatu pake penghapus suka napsu teu kira-kira, eeh ilang buletannya. terus lembar jawabannya juga bagusan pas TO -_- tebel putih kincloong! okee, intinya ya.. kacau ._. meski taktik anak-anak yang bawa tts berhasil juga bikin pengawas sibuk isi tts ngahahaha

nggak, gue gaakan cerita tentang berjalannya ujian kaya gimana. males banget deh ingetnya, yang penting ngebuletin terus pas bel keluar -_- pasrah parah. gue bakal cerita yang abis ngerjain UN. meen biasanya pas masih hari kedua ketiga muka anak-anak abis ngerjain soal itu ditekuk sambil bilang "duuh, pasrahlaah". hari terakhir beda, mukanya pada sumringah sambil bilang "akhirnya kelar juga coy". gue sih dari pas diruangan juga udah gabisa diemlah, nengok-nengok febrian sambil cekikikan ngeliat lembar jawaban dia masih banyak kosong padahal waktunya 15 menit lagi, terus keketawaan nggak ada suara sama ferdi, juga cengir-cengiran sama cindy. pas keluar, anak-anak pada nyabutin kartu aib (baca: kartu peserta) yang ditempel di meja. gue nyolong yang punya karel, tadinya buat dipake maen tempel-tempel punggung. tapi akhirnya gue kasih ke yang punya, ketawan sih.

*berdasarkan susunan tempat duduk. peter duduk sama karel, gue duduk sama rian. cacing nyasar ceritanya ke tempat duduk lou. ceritanya lagi jam kosong. apasih gue -_-*

iya, muka udah mirip apaan tau itu -_- tukang potonya rese nih ambil foto yang itu err. gue doang yang nggak sipit tapinya disitu ._. setelah ngakak ngetawain foto masing-masing *pada ngetawain foto gue sih sebenernya* gue gabung sama cewek-cewek yang lagi berburu foto gebetan. jeng-jeng-jeng-jeeeeng! nggak cewek semua sih, yere juga lagi ngeburu fotonya pujaan hati dari kelas 10 *si tablo, yaah tau lah*. terus fena yang berhasil ambil foto ferdi. sampe si ferdi bingung sendiri siapa yang ngambil fotonya dia -____- padahal kan mereka pacaran, foto berdua di bbnya banyak -___- terus vale dan gue yang.... gagal dapet foto gebetan. sedih sekaligus geli tuh. pulangnya gue ambilin foto mas adrian buat mbak rara dengan cara manjat ke kelas yang udah di gembok. ya.... manjat. untungnya sekolah udah pada kosong. juga turun hujan. makanya kenapa sekolah kosong. untung kosong jadi bisa hujan-hujananbareng mbak tiwi (apasih mulai ngaco nih ngetiknya -_-) abis itu baru deh gentayangan di mall, biasalah~


sampe mall, kita langsung menuju tempat peling kece buat melepas stres, tempat karokean. kocaknya, yang mesen kan dosi ya, dia mesen tempat yang kecil padahal kita kan sepasukan. jadilah dua jam keringetan macam tempat sauna. udah acnya nggak kerasa, sempit, daaan kitanya gila semua wakakakak. abis itu jadi cewek deh, keliling mall beneran. liat ini itu, baruu pulang.

udah sih, sebenernya itu aja. nggak spesial, tapi rasanya bedaa banget. rasanya lepaaaaas banget, ringaaaaan banget kaya ni badan cuma roh sama kentut doang. gimana sih rasanya abis diteken keras-keras, terus dilepasin? naah itu deh rasanya.

sekarang sih lagi nikmatin jadi gembel yah, mandi sesuka hati, makan seenak jidat, bangun semampunya. duit gapunya, tapi bosen dirumah. ternyata ginilah rasanya jadi pengangguran ._.

yah, nikmatin aja deh ya sampe pengumuman tanggal 24 mei, terus prom daan. nganggur lagi. nikmatin aja~

Kamis, 04 April 2013

mendadak kangen firli, tari, diena, isna, sherli, bila, atsa, adnan, ijal.

biasanya ngumpul-ngumpul ketawaketiwi sama tari diena firli isna.
ngerusuh nongkrong nggak jelas sama adnan atsa ijal.
narsisan sambil ngobrol haha hihi sama bila sherli.

kangen berat :(

Senin, 18 Maret 2013

antara gue, cindy, cap go meh, dan liong



agak late posting sih....... yah, yang penting posting kan? :p

Cindy, yang biasa disapa cendol, emang beberapa hari ini *setiap hari jumat malah* sering jalan sama gue. Nggak nanggung-nanggung kalo jalan, sekalinya duduk-duduk gamungkin cuma sejeman, pasti nyaris tiga jem. Mungkin karena persamaan visi misi dalam hal makan-nongkrong *murah namun bisa sampai tiga jaman* kami jadi klop. Kalo cendol sih, mungkin efek dia pintar ekonomi *juara kelas, juara olimpiade, juara pedagang cendol nomer satu...* makanya hidupnya dia serba ngirit. Kalo gue ya... Ehem emang bawaan dari kecil ngirit-ngirit *halah, ujung-ujungnya lo yang belanja lebih banyak, li!*

Anyway baswey, kemaren pas cap go meh *yang gatau, googling gih. Hari gini gatau cap go meh* temen sebangku dan belakang gue yang keturunan cina tulen, rian sama peter pada ngajakin nonton mereka ngeliong *liong itu semacam naga. Yaah jadi.... Googling lagi ajadeh :p* agak narsis juga ya, minta ditontonin gitu mereka. Berhubung gue belum pernah nonton, jadi gue iseng aja pengen liat. Nah, untung gue sepik-sepik dulu, jadinya dapet temen pas nontonnya yaitu cendol dan melon. Nggak, bukan melon asli. Nama dia karel, cuma dia itu agak sedikit fanatik sama melon, jadi kadang gue manggil dia melon. Iyah, nama julukan temen-temen gue emang rada aneh-aneh ya.....

Jadi, pada hari rabu sore, yang harusnya Pelajaran Tambahan jadi nggak ada karena jalanan ditutup *thanks to siapapun yang buat pesta rakyat yang bikin jalanan ditutup, hiahahahahaha* dan gue udah janjian sama melon dan cendol buat jalan bareng. Gue balik buat mandeh sama gogoleran for a while ceritanya. Eh tapi baruge touchdown kasur, cendol sms
'Au, si karel mau caw jam set 4 katanya'
Gue liat jam dan jam set 4 itu kira-kira sepuluh menit lagi -______- maka, kami memutuskan untuk janjian nanti ajah sama karel dan gue en cendol berangkat sorean.

Udah tuh gue otw ke kosan si cendol sambil bawa herdayer punya nyokap pesenan cendol. Gue pake bajunya bokap yang gue oleh-olehin pas pkb kemaren, baju paling tipis soalnya panas banget sore itu. Sampe di kosan cendol, gue gogoleran lagi sambil nunggu cendol herdayeran. Pas mau caw, hujan turun. Ya, HUJAN! Padahal iring-iringannya udah mulai, tapi hujannya turun. Agak heran sama pawang hujannya, sungguh!
Tapi yang namanya cap go meh tanpa hujan, bukan cap go meh namanya.

So, setelah agak redaan gue caw. Baru beberapa langkah, gue ngeeh kalo kaca mata gue ketinggalan. Setelah balik lagi sambil lari-lari gajelas, kita akhirnya caw beneran. Terus karena males jalan *maklumlah~ cewek* kita naik angkot. Awalnya lancar, begitu sampe btm, matot. Dan hujan deras lagi. Untung gue sama cendol naik angkot....

Akhirnya kita diem di dalem angkot kira-kira sejem lah ya, terus turun karena getek ga sampe-sampe kebon raya. Pas turun gue sama cendol rada heran, kok orang pada jalan beda arah? Cendol akhirnya nyeletuk 'Ooh, kan liongnya lewat vihara yang di batu tulis au. Mungkin lewat ph kali ya?' Maka kami jalan ke bawah btm untuk nongkrong entah dimana nantinya. Pokonya sampe ph dulu deh. Untung vina sms *biasa, akibat sepik-sepik jadi vina tau kalo gue sama cendol nonton* kalo liongnya cuma muter di sukasari sono. Jadi, muter balik deh kita. Daaaaan hujan turun lagi. Gue basah kuyup, cendol pake payung. Biasalah, kepengen hujan-hujanan hehehehe. Jadilah berbecek-becek ria. dan basah-basah ria. salah ya ternyata pake baju tipis-tipis -_____-

Udah tuh, akhirnya kita berdua dijalan yang benar. Seriusan itu pasar bogor nggak ada angkot lewat, bisa kayang di tengah jalan itu. Gue cengo sih ya, tumben gitu tu jalan penuh sama manusia. Akhirnya jalan terus sampe dalem, terus, sampe nemu ada laser ijo-ijo di mobil. Ge*a s**ra tuh dengan penarinya yang..... Yah harus liat sendiri deh yah, gabisa digambarin dengan kata-kata. Depannya, ada liong. Gue sama cendol langsung nyari muka-muka yang gue kenal.
'Kata rian dia pembukaan'
'Pembukaan gimana cen? Ini pembukaan bukan? Yaaah gue pengen liat si sombong *baca:rian* ngetrik'
'Iya, gue juga penasaran tu anak bisa apa nggak'
'Ya kan? Gapercaya gue muka-muka orang kaya macem dia *baca:rian* bisa main liong'
'Gue juga nggak percaya au, penasaran ini juga'
Sungguh, hina sekali yang namanya rian itu....
Maka, pencarian agen cina-cina *baca:rian peter* dimulai. Gue lari nyempil-nyempil buat cari muka mereka berdua. Abis kan sayang, dateng capek-capek nggak liat mereka ngetrik. Cendol dibelakang gue juga samanya lari-lari nyempil. Gue inget si rian ngomong kali mereka paling depan, alias nomer urut satu. Makanya pas udah nomer urut 3 gue memekik gembira gimanaa gitu karena bentar lagi ketemu temen cina-cina gue, setelah jalan-lari-jalan-loncat-jalan-lari *macem yang main liong aja* nyariin mereka. And, setelah perjalanan panjang, gue menemukan muka peter! Indahnya dunia karena mereka lagi ngetrik huahahaha.

Gue sama cendol bermuka bahagia itu, sambil panggil-panggil peter. Abis itu panggil-panggil yang lain kaya aldo, cacing *nama aslinya aldrich zelig, tapi dia sendiri kepengen dipanggil cacing -__-*, rian sama irvan.
You know what, setelah liat muka rian yang capek kesiksa gimanaa gitu, capek gue ilang. Iyee, kapan lagi liat musuh sebangku gue bermuka melas gitu?! Huahahaha *abis biasanya gue yang dibully rian -____-* cuma respon dari cacing yang kocak, dia malah ngajak ngobrol padahal temen-temen di depannya lagi sibuk entah ngapain liongnya. Yah, namanya juga cacing.......

Oh, buat yang nanyain dimana keberadaan karel melon, tu anak nggak jadi dateng karena emak sama adeknya pergi alias disuruh jaga rumah. Meeeen umur 17 tahun tapi masih disuruh jaga rumah? *setelah besoknya ngomong gitu sama karel, rian ngerasa kesindir abisnya dia juga sering jaga rumah* padahal kan kalo ada karel bakal seru yah, bisa diajakin gokil bareng gitu kaya kayang dijalan *entah anaknya mau apa nggak, tapi itu rencana awal gue* dan rian juga nanya kemana ilangnya mahluk besar itu.
'Si karel mana?'
'Jaga rumah'
'Tu anak mah ih'
Cuma itu respon dari si agen cina. Si cendol sama gue cuma haha hihi nyengir-nyengir.

Setelah puas ngeliatin mereka *baca:atraksi liong dan muka melas rian* gue sama cendol smsan sama vina buat ketemuan. Titik temunya harusnya di sari, restorannya niko. Tapi yang muncul malah nikonya, bukan vina sama andre. Setelah celingak-celinguk ketemu deh sama mereka berdua ples felis dengan kameranya yang super cute! Kenapa super kiyut? Karena akhirnya gue bisa minta difotoin, hehehe. Vina sama andre sibuk ngasih angpao, felis sibuk motret, cendol sibuk minta dipotret dan gue sibuk nonton liong sama barong. Ada barong genit sama vina, minta angpao kali ya? Tapi sumpah lucu banget kaya kucing minta makan. Sebenernya barong itu kucing apa macan sih?

Setelah arak-arakan liong beserta barong udah abis, vina andre dan felis caw pulang. Gue sama cendol tadinya mau pulang, udah jam 8 malem soalnya. Tapi berhubung kita berdua belom puas liat agen cina *baca:muka rian yang melas* main liong, makaa kita nunggu lagi. Ini kesempatan emas buat ngebully rian balik, solanya dia dalam keadaan lemah buat ngebales, yeeeeeeah! Akhirnya nunggu.... Nunggu sambil liatin liong bagus-bagus lewat *sumpah, bagus banget nggak bohong pake lampu-lampu*, ada lagi entah monster apa item-item diarak *gue sama cendol takut itu*, dan banyak lagi yang lewat. Lamaa teh, sampe akhirnya ketemu mereka lagi.
'Caciiiiing~'
'Eh, kalian. Kok masih disini? Udah malem loh, kok pada belom pulang? Besok kita sekolah pagi loh.....'
Pelis. Cing lo pikir lo lagi ngapain hah? -______- lo juga samanya Cing!
'Irvaaaaan~'
'Eh ul, gantian yuk. Kalo main liong nanti idungnya mancung loh, kaya cacing'
Biasa deh irvan, biasa
'Yan, capek ya yan' *misi bully dimulai*
'Iyanih capek banget. Yee besok bolos dong yeeee gamasuk nih gue yee'
'Hah? Sialan lo' *ini kenapa jadi gue yang dikerjain balik? Bikin iri aja*
'Cici fabiiii'
'Lo berdua belom balik? Ebuset mau sampe abis? Lo ngapain lagi au kedip-kedip?'
*gue tadinya mau nebeng balik. Tapinya...... Bakalan malem banget inimah ya*
Setelah itu, gue sama cendol pulang sambil haha hihi berdua. Entah ngetawain kita berdua yang belom pulang atau ngetawain muka-muka melas capek temen-temen kita. *jahat* gue yang tadinya mau naik transpakuan, cuma berhubung jam 9 teng baru keluar pasar bogor, jadinya naik angkot aja sama cendol. Cendol udah sampe kosannya, tinggal gue naik 12 super horor *cowok semua isinya -_-* dan akhirnya ferdi jadi korban dibbm sama manusia parnoan *baca:gue*  sampe rumah. Sampe rumah tepar akibat jalan kaki jauh-jauh. Yaaa bayangin ajalah sendiri jalannya gue sama cendol.

Besoknya ya gitu. Pegel iya, ngantuk iya, masuk angin iya, lemes juga iya. Manusia bernama riandinata jadinya masuk *gagal bolos dia* samaan sama peter cacing. Muka paling seger cuma cacing. Cendol juga sama segernya, mungkin emang biasa begadang kali ya tu anak? Pokoknya empat kursi di belakang, penghuninya *baca:karel peter rian gue* udah pada nempel sama meja seharian. Gue juga nggak ngerti kenapa karel ikut-ikutan.

Ah, meski lemes, rian peter tetepweh ngbully gue. Gue yang gagal ngebully mereka -_____-

'Lu tau gak au, ada yang kesurupan kemaren'
'Seriusan yan?'
'Iya, yang di depan-depan gue, yang nusuk-nusuk pipinya pake besi'
'... Bukan yang monster item kan?'
'Naaah! Belakangnya! Yang tigaan tuh kesurupan'
'...'

Cap go meh itu.... Sesuatu yah ._.